Adab makan dan minum

0
1740
  1. Hendaknya hanya makan makanan yang halalan thayyiban (halal dan baik). Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً 

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.” (QS.Al Baqarah: 168).

  1. Mencuci tangan jika kotor atau jika tidak yakin tangannya bersih.
  2. Hendaknya duduk dengan sopan baik dengan duduk diatas kedua telapak kaki atau dengan menegakkan salah satu kaki dan duduk diatas kaki yang lain. Jangan makan sambil bersandar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Saya tidak makan sambil bersandar. Sesungguhnya saya seorang hamba dan saya makan sebagaimana hamba dan saya duduk sebagaimana hamba” (HR. Bukhari no. 13).
  3. Tidak mencela makanan. Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, “Tidaklah Rasulullah mencela makanan sedikitpun. Jika suka maka beliau makan jika tidak maka beliau tinggalkan” (HR. Abu Dawud no. 3763).
  4. Makan bersama dengan yang lainnya baik istri, anak atau teman. “Berkumpullah pada makanan kalian dan sebutlah nama Allah pasti kalian akan diberkahi padanya” (HR. Ahmad no. 3/501 dan Ibnu Majah no. 3286).
  5. Menyebut nama Allah saat mulai makan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika salah seorang kalian makan maka hendaknya menyebut nama Allah. Jika lupa menyebut nama Allah di awal maka hendaknya mengatakan,

بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

 (dengan menyebut nama Allah awalnya maupun di akhirnya)” (HR. Abu Dawud 3767)

  1. Makan dengan tangan kanan dan dari yang paling dekat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada Umar bin Abi Salamah radhiyallahu anhu, “Wahai anak kecil sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kanan dan makanlah dari yang dekat denganmu” (HR. Bukhari no. 7/88 dan Muslim no. 108).
  2. Menjilat jari tangan sebelum mengusapnya dengan sapu tangan atau yang lainnya. Rasulullah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian makan maka jangan mengusap jarinya sampai menjilatinya” (HR. Bukhari no. 7/106). Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya kalian tidak tahu bagian makanan kalian yang mana terkandung keberkahan” (HR. Muslim no. 136)
  3. Memungut makanan yang jatuh. Rasulullah bersabda, “Jika jatuh suapan salah seorang dari kalian maka hendaknya dia mengambilnya, bersihkan kotorannya dan kemudian memakannya. Jangan meninggalkannya untuk setan” (HR. Muslim no. 135).
  4. Tidak meniup makanan yang masih panas dan menunggunya sampai dingin. Tidak minum dengan sekali tegukkan.
  5. Menghindari makan berlebihan sampai kekenyangan. Rasulullah bersabda, “Tidaklah anak adam memenuhi suatu bejana yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya” (HR. Ibnu Majah no. 3349).
  6. Memuji Allah setelah selesai makan. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa makan kemudian mengucapkan,

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

maka diampuni dosanya yang telah lampau” (HR. Tirmidzi no. 3458).

 

Disarikan dari kitab Minhajul Muslim karya syaikh Abu Bakar Jazairiy rahimahullah.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 18/12/1437H


| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB:Ukhuwah Islamiah | Twitter:@ukhuwah_islamia |

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here