Islam Anti Rasisme

0
106

Kematian seorang pria berkulit hitam (etnis Afrika-Amerika) bernama George Floyd di tangan seorang polisi kulit putih di Minneapolis memicu aksi unjuk rasa di Amerika Serikat dan bahkan meluas ke beberapa negara lain. Unjuk rasa mengkomplain rasisme yang sistemik dalam tatanan sosial terutama dalam aparat penegak hukum. Orang kulit hitam sering kali mendapatkan perilaku yang tidak adil. Rasisme ini adalah penyakit yang laten dimana-mana, memiliki sejarah panjang sejak zaman dahulu bahkan terus bertahan sampai sekarang.

Rasisme atau merendahkan orang lain karena perbedaan ras, suku, warna kulit, atau yang lainnya adalah hal yang tidak selayaknya dilakukan. Semua manusia pada dasarnya sama dan memiliki hak-hak kemanusiaan yang sama. Islam menolak tegas rasisme.  Allah menciptakan kita berbeda-beda agar kita saling mengenal satu sama lainnya, bukan untuk saling berbangga. Yang membedakan di sisi Allah hanyalah ketakwaannya. Perhatikan ayat berikut:

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻧَّﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺫَﻛَﺮٍ ﻭَﺃُﻧْﺜَﻰ ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻛُﻢْ ﺷُﻌُﻮﺑًﺎ ﻭَﻗَﺒَﺎﺋِﻞَ ﻟِﺘَﻌَﺎﺭَﻓُﻮﺍ ﺇِﻥَّ ﺃَﻛْﺮَﻣَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺗْﻘَﺎﻛُﻢْ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.” (Al-Hujurat: 13)

Satu hal yang menarik yang dijelaskan dalam ayat ini adalah meskipun sekarang kita memiliki berbagai macam perbedaan, bahkan dari suku dan bangsa yang berbeda-beda tetapi ingat sejatinya kita diciptakan atau dilahirkan dari satu bapak dan ibu. Syaikh As Sa’di menjelaskan dalam tafsirnya: “Allah ta’ala mengabarkan bahwa Dia menciptakan bani Adam dari satu asal, satu ras (jenis), semuanya laki-laki dan perempuan, dan mereka semua kembali kepada Adam dan Hawa.  Tetapi kemudian Allah jadikan mereka menjadi laki-laki dan perempuan yang sangat banyak, dan memencarkan mereka (di muka bumi). Menjadikan mereka berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, besar maupun kecil dan hal ini agar mereka untuk saling mengenal”

Perbedaan itu ada, tetapi bukan untuk saling berbangga diri atau merendahkan orang lain. Bahkan adanya perbedaan itu hendaknya membuat kita saling mengenal dan kemudian saling berkerjasama. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kalau kita tengok dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kita akan dapat banyak sekali larangan untuk rasis dan juga larangan untuk ta’ashub, berbangga dengan kelompok dan golongan.  Rasulullah pernah bersabda kepada Abu Dzar:

ﺍﻧْﻈُﺮْ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺨَﻴْﺮٍ ﻣِﻦْ ﺃَﺣْﻤَﺮَ ﻭَﻻَ ﺃَﺳْﻮَﺩَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻥْ ﺗَﻔْﻀُﻠَﻪُ ﺑِﺘَﻘْﻮَﻯ

“Lihatlah, engkau tidaklah lebih baik dari orang yang berkulit merah atau berkulit hitam kecuali engkau mengungguli mereka dengan takwa.” (HR. Ahmad 5: 158)

Misalnya juga dalam hadits Bukhari disebutkan bahwa suatu Ketika ada perselisihan dari seorang laki-laki Muhajirin dan Ashor maka kemudian masing-masing memanggil kelompoknya, “Ya muhajirin…” dan satunya “Ya Anshor…”. Maka Rasulullah pun marah dan menyatakan itu panggilan jahiliyah dan menjijikkan (Lihat HR Bukhari 3518). “Muhajirin” dan “Anshor” adalah panggilan yang syar’i bahkan Allah gunakan dalam Al Qur’an. Namun ketika panggilan itu digunakan untuk berkelompok-kelompok dan perselisihan maka dikecam oleh Rasulullah dengan keras.

Mari hindari segala bentuk sikap rasisme dan berbangga dengan kelompok dan golongan. Sekian semoga bermanfaat. (Dr Abu Zakariya Sutrisno, 9/6/2020)

#antirasisme #rasisme #blacklivematter #dirumaaja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here