Jadwal Waktu Subuh Diundur

0
16

Bismillaah Assalamu’alaikum ustadz Abu zakariya beserta tim. Ahsanallahu ilaikum. Saya Abu Said dr Sukoharjo. Izin menanyakan suatu permasalahan berkaitan batas akhir sahur di masyarakat kita ini, seperti yg diketahui ormas Muhammadiyah telah mengundurkan waktu shubuh 8 menit lebih lambat dr jadwal sholat pemerintah Dan mayoritas masyarakat saya dr ormas Muhammadiyah, lebih baik mengikuti acuan yang mana nggih dari segi batas akhir waktu sholat shubuh ? Syukron atas jawabannya

Jazaakumullaahu khairan 🙏

Jawab:

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Terkait waktu sholat subuh memang menjadi bahan pembahasan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain seperti Mesir, Saudi dan lainnya.

Waktu Subuh dimulai dengan terbitnya fajar (yaitu fajar shodiq) dan berakhir dengan terbitnya matahari. Yang menjadi permasalahan adalah adanya perbedaan kriteria menentukan fajar shodiq tersebut. Ada yang minus 20 derajat, ada yang minus 18 derajat, ada yang kurang dari itu. Di Indonesia sejak waktu yang lama masyarakat mempraktikkan -20º. Namun sejak beberapa tahun lalu muncul permbincangan hangat terkait hal ini terutama sejak munculnya tulisan yang dimuat secara serial dalam Majalah Qiblati terkait dengan “Koreksi Awal Waktu Subuh”.

Muhammadiyah setelah melakukan penelitian dan kajian panjang berdasarkan hasil Munas Tarjih Muhammadiyah ke-31 tahun 2020 telah memberikan koreksi waktu subuh dari yang semula posisi matahari di ketinggian minus 20 derajat menjadi minus 18, sehingga waktu subuh diundur sekitar 8 menit dari yang sebelumnya.  Adapun Kemenag RI sendiri sampai saat ini  masih tetap berpedoman pada minus 20. Namun disisi lain, Kemenag juga menghimbau menghargai dan menghormati pendapat yang lain. Sederhananya, pemerintah dalam hal ini diwakili Kemenag tidak memaksakan mengikuti jadwal yang dikeluarkan Kemenag. 

Idealnya sebenarnya dalam satu negara hanya ada satu jadwal yang disepakati bersama sehingga masyarakat tidak bingung. Namun inilah kondisi sekarang. Lalu sikap kita bagaimana? Allahu a’lam, agar tidak ada kegaduhan di masyarakat maka baiknya masing-masing takmir masjid membicarakan, mendiskusikan dan memputuskan dengan jamaah jadwal mana yang dipakai. Jika telah DIPUTUSKAN BERSAMA maka itu yang dipakai di masjid itu dan masyarakat sekitar pun mengikuti. Misal di tempat Anda (sebagaimana dalam pertanyaan) mayoritas Muhammadiyah dan memutuskan mengikuti jadwal yang dikeluarkan Majelis Tarjih Muhammadiyah maka tentu ini hal yang tidak bisa dilarang. Jadwal yang dipakai itu kemudian menjadi acuan untuk menentukan batas sahur dan juga sholat subuhnya. Allahu A’lam.  (Dr. Abu Zakariya Sutrisno)

📲 Tanya Jawab Group WA Hubbul Khoir (085771226506)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here