Khutbah Iedul Fitri 1442H

0
216

JAGA AMALMU DAN JANGAN KOTORI LAGI HATIMU!

Dr Abu Zakariya Sutrisno

KHUTBAH PERTAMA:

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا اللَّهَ مُخْلِصِينَ له الدَّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا ﷲ حَقَّ تُقَاتِه وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ( ال عمران : ١۰٢)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا ﷲَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ ﷲَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء : ١) 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوﷲَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا .  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ ﷲَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ( الاحزاب : ٧۰ – ٧١)

أَمَّا بَعْدُ :

Jama’ah Sholat Ied rahimani warahikumullah,

Pertama dan yang paling utama mari kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmatNya, baik yang berupa kesehatan, keselamatan dan yang paling utama adalah nikmat Islam dan Iman. Tidak terasa sudah dua tahun kita hidup di tengah pandemi covid19 dan ini adalah Iedul Fitri yang kedua di tengah pandemi. Kita bersyukur meskipun di tengah pandemi, Allah masih beri kita kesehatan dan kita dapat melaksanakan ibadah sebulan penuh di bulan Ramadhan kemarin. Semoga Allah terus memberi kita kesehatan dan menerima segala amal kebaikan kita, baik berupa puasa, qiyamul lail, qiraatil qur’an, shadaqah dan amalan yang lainnya. Amien ya rabbal ‘alamin.  Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada panutan kita, Nabi Muhammad, shalallahu ‘alaihi wassallam, kepada keluarga, para sahabat, serta pengikutnya sampai hari kiamat kelak. Tak lupa, mari kita terus berupaya tingkatkan derajat ketaqwaan kita disisi Allah.

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar walillahilhamd

Jama’ah Sholat Ied  yang semoga dirahmati oleh Allah,

Di bulan Ramadhan ini, selama sebulan penuh kita telah “digembleng” oleh Allah dengan berbagai amalan untuk mensucikan jiwa kita. Puasa, qiyamul lail, tilawah al Qur’an, sedekah dan amalan yang lainnya tidak lain adalah untuk membersihkan jiwa kita. Agar kita menjadi orang yang memiliki hati yang bertaqwa, hati yang bersih. Maka jangan sampai kita kotori lagi setelah Ramadhan berlalu.  Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugi orang-orang yang mengotorinya. Coba kita simak dalam surat Asy Syam, Allah bersumpah berkali-kali dari ayat 1 sampai 8 kemudian berfirman:

 قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاها . وَقَدْ خابَ مَنْ دَسَّاها

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9-10)

Diantara kotoran-kotoran yang dapat mengotori hati atau jiwa kita yaitu:

Pertama: kufur dan kesyirikan

Kotoran hati yang pertama dan yang paling besar adalah kekufuruan dan kesyirikan. Kufur dan syirik tidak sekedar mengotori jiwa tetapi bahkan membuatnya mati, tidak bisa lagi membedakan kebaikan dan keburukan, tidak bisa membedakan kebenaran dan kesalahan. Syirik adalah sebesar-besar dosa yang mana tidak akan diampuni dan memyebabkan kekal di neraka kalau tidak bertaubat. 

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ 

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS Al Maidah: 72)

Kedua: kesombongan

Jama’ah rahimakumullah, kotoran yang kedua yang kita harus waspadai mengotori hati kita adalah kesombongan. Sombong adalah pangkal keburukan. Jangan sampai kita kotori hati kita dengan kesombongan. Allah berfirman,

وَلاَ تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحاً إ

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong.” (QS Isra’: 37)

Mari kita syukuri nikmat Allah yang Allah berikan pada diri kita baik berupa nikmat harta, jabatan, kecerdasan dan lainnya, jangan malah sombong dengannya. Sehebat apapun manusia, dia pasti punya kelemahan-kelemahan.   Allah Maha Mampu menghinakan orang-orang yang sombong dengan “hal-hal yang kecil”. Seperti sekarang ini wabah virus corona (COVID-19) terus menyebar, manusia dari seluruh penduduk dunia pun kewalahan menghadapinya. 150 juta lebih telah terinfeksi dan 3 jutaan lebih yang telah meninggal dunia. Virus adalah makhluq Allah yang “super kecil”, lebih kecil dari bakteri. Tetapi ternyata bisa menimbulkan dampak yang begitu luar biasa. Manusia dengan segala kemajuan teknologi dan kecerdasannya ternyata tidak banyak yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Pelajaran penting disini adalah jangan sampai kita sombong. Dulu, Abrahah yang sombong dengan tentara bergajahnya untuk menghancurkan Ka’bah dimusnahkan Allah dengan mengutus “burung mungil”, burung Ababil (QS Al Fiil: 3). Fir’aun yang sombong dengan kekuasaan dan tentaranya teryata tidak berdaya juga Ketika Allah turunkan adzab berupa kutu, belalang dan “hewan kecil” lainnya (QS Al A’raf: 133). Ini sebagai bentuk penghinaan atas kesombongan mereka.

Ketiga: maksiat dan dosa

Jamaa’ah rahimakumullah, kotoran hati yang ketiga adalah maksiat dan dosa. Jangan kotori jiwa kita dengan kemasiatan dan dosa apapun itu bentuknya, baik yang besar atau yang kecil. Jauhi zina, judi, sihir, minum khamr, dusta dan dosa-dosa yang lainnya. Di bulan Ramadhan ini kita telah dibiasakan oleh Allah menjauhi kemaksiatan maka mari kita jaga, jangan sampai terjerumus setelah Ramadhan berlalu.

Keempat: hasad

Kotoran hati yang berikutnya adalah hasad. Masing-masing telah Allah tetapkan taqdirnya, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Allah ta’ala berfirman,

وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. an Nisa’: 32)

Di hari raya ini mari kita jaga hati kita, jaga pandangan kita, jaga pendengaran kita dan jaga lisan kita. Mungkin kita melihat beberapa saudara kita yang Allah lebihkan dalam harta atau yang lainnya. Hendaknya kita turut bahagia, jangan malah hasad dan iri hati. Kita berdoa kepada Allah semoga kita juga diberi karuniaNya, tidak perlu kita iri pada orang lain. 

Kelima: permusuhan

Hal kelima yang dapat mengotori hati kita adalah permusuhan. Setiap muslim adalah bersaudara, siapapun dia. Allah berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ 

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS Al Hujurat: 10)

Jangan sampai kita bermusuhan hanya karena masalah politik, perbedaan ormas, perbedaan karakter atau bahkan hanya gara-gara perbedaan pendapat. Hendaknya kita lapang dada dalam masalah-masalah khilafiyah. Apalagi khilafiyah tersebut hanya dalam hal furu’iyah, bukan hal yang prinsip dalam masalah agama.

Demikian beberapa hal yang dapat mengotori hati, jangan sampai kita kotori hati kembali dengannya setelah kita bersihkan di bulan Ramadhan yang baru saja kita selesai darinya. Masih banyak kotoran-kotaran hati yang lainnya semoga kita bisa meninggalkannya semuanya. Kiranya cukup sekian yang dapat kami sampaikan khutbat pertama ini. Semoga kita senantiasa termasuk orang-orang yang memiliki hati  yang bersih. Hati yang bersih adalah harta paling berharga nanti untuk berjumpa dengan sang Khaliq. Allah berfirman,

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ. إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS Asy Syu’ara’: 88-89)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

KHUTBAH KEDUA:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar

Jamaah rahimakumullah,

Ramadhan telah berlalu, tetapi bukan berarti berlalu pula amalan kita. Jangan menjadikan amalan Ramadhan hanya sebagai amalan musiman. Mari kita jaga amalan-amalan yang telah kita biasakan di bulan Ramadhan baik berupa puasa, qiyamul lail, tilawah al Qur’an, sedekah dan lainnya. Salah satu bukti kita sukses melewati Ramadhan adalah dengan tetap istiqomah beribadah setelahnya. Para ulama’ mengatakan,

إن من علامةِ قبول الحسنة، الحسنة بعدها

 “Sesunguhnya diantara alamat diterimanya kebaikan adalah kebaikan selanjutnya”

Setelah sebulan penuh kita bersungguh-sungguh dalam ibadah di bulan Ramadhan, kita ikuti dan kita jaga ibadah kita dibulan-bulan selanjutnya. Misalnya puasa, mari kita ikuti puasa Ramadhan kita dengan puasa 6 hari di bulan Syawal. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

‏مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim)

Mengerjakan puasa di bulan 6 hari Syawal ini sebagai Langkah menjaga keistiqomahan amal kita. Nanti kemudian diikuti puasa 3 hari tiap bulan. Demikian juga dengan qiyamul lain. Di bulan Ramadhan ini kita terbiasa dengan tarawih dan witir maka mari kita jaga. Minimal jangan sampai kita lewatkan sholat witir. Dua sholat sunnah yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah adalah sholat witir dan qobliyah subuh. Demikian juga amal-amal yang lainnya baik baca al Qur’an, sedekah dan lainnya. Sedikit tidak masalah yang penting terus istiqomah. Amalan yang sedikit tetapi istiqomah itu lebih baik daripada banyak tetapi hanya sesaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala adalah amal yang paling terus-menerus dikerjakan meskipun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim)

Demikian, semoga Allah mudahkan kita untuk istiqomah dan terus menjaga amal kita. Amien. Mari kita tutup khutbah ini dengan doa dan sholawat

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ

Penyusun:

Dr Abu Zakariya Sutrisno (Pengasuh PP Hubbul Khoir, Dosen UNS, Alumni S3 KSU Saudi)

Website: www.Hubbulkhoir.com  

Info donasi Hubbul Khoir: www.hubbulkhoir.com/donasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here