Tafsir Surat Al Fatihah

0
79

Penulis: Dr Abu Zakariya Sutrisno

MUQADIMAH

Dinamakan surat “Al Fatihah” yang artinya pembukaan karena dengan surat inilah dibuka dan dimulai Al Qur’an.  Surat ini terdiri dari 7 ayat dan termasuk Makiyyah yaitu surat yang turun di Mekah sebelum Hijrah. Surat ini adalah surat yang pertama-tama diturunkan lengkap satu surat penuh. Disebut juga dengan “Ummul  Qur’an” (induk Al Qur’an) atau “Ummul Kitab” (induk al Kitab) karena ia adalah induk dari semua isi al Qur’an. Dinamakan pula “as Sab’ul Matsaany” karena tujuh ayatnya yang dibaca berulang dalam sholat. Tidak sah sholat tanpa membaca al Fatihah, sebagaimana sabda Rasulullah;

 لا صلاةَ لمن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaab (al Fatihah)” (HR. Bukhari 756 dan Muslim 394)

TERJEMAHAN

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” (1)

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam” (2)

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

“Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,” (3)

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

“Pemilik hari pembalasan.” (4)

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (5)

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ 

“Tunjukilah kami jalan yang lurus,” (6)

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ

“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (7)

PENJELASAN AYAT

Ayat  1:

Allah mulai surat ini dengan bacaan basmallah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ, yang artinya “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” Ini mengandung faedah untuk tabaruk (mengharapkan berkah) dengan mendahulukan penyebutan nama Allah sebelum mulai segala sesuatu.  Rasulullah disebutkan dalam banyak hadits mengajurkan untuk mulai berbagai aktifitas dengan bacaan basmallah seperti sebelum makan, sebelum wudhu, saat masuk maupun keluar rumah, saat menyembelih dan lainnya. 

Faedah yang lainnya di dahulukan basmallah yaitu untuk hasyr (pembatasan), yaitu membatasi hanya dengan nama Allahlah kita melakukan suatu perkerjaan. Kita ikhlaskan segala sesuatu untuk Allah. Faedah yang lainnya juga adalah untuk isti’anah (mohon pertolongan). Kita mulai seluruh aktifitas kita dengan basmallah dengan harapan semoga Allah membantu kita dalam hal itu. Luar biasa sekali kalau kita bisa selalu awali urusan-urusan kita dengan baca bismillah dan hadirkan tiga hal ini: tabaruk, ikhlas dan isti’anah kepada Allah. Misalkan saat belajar dengan sebelumnya membaca bismillah hal ini seolah-olah kita mengatakan “Saya belajar dengan menyebut nama Allah, saya mohon berkah, mohon keikhlasan dan juga mohon pertolongan pada Allah dalam belajar ini”.

Ulama khilaf apakah basmallah ini termasuk bagian dari surat al Fatihah atau dia ayat terpisah seperti dalam surat-surat yang lainnya. Syafiiyah mengatakan bahwa basmallah adalah bagian dari al Fatihah dan harus dibaca jahr (keras) dalam sholat-sholat jahriyah. Adapun ulama yang lainnya mengatakan bahwa basmallah adalah ayat terpisah dan dibaca sir (lirih). Allahu A’lam.

Ayat  2:

Firman Allah “الْحَمْدُ” adalah sifat bagi yang dipuji dengan kesempurnaan disertai rasa cinta dan pengagungan. Allah adalah Dzat yang sempurna baik pada zat, sifat, maupun perbuatanNya. Huruf dalam “الْحَمْدُ” adalah untuk istighraqiyah (mencangkup); yaitu bahwa pujian bagi Allah itu mencangkup segala jenis pujian.   

Allah berhak secara khusus mendapat pujian dari segala sisi. Oleh karena itu saat mendapat sesuatu yang menyenangkan Rosulullah berdo’a: Alhamdulillahilladzii bini’matihi tatimmush shalihaat (“Segala  puji bagi Allah, dengan nikmatnya sempurna kebaikan-kebaikan..”, sedang saat mendapat musibah atau sesuatu yang tidak disenangi berdo’a: Alhamdulillah ‘ala kulli hal.. (“Segala puji bagi Allah atas segala sesuatu..”)

Ayat 3:

الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ 

“ Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” Ar Rahman maksudnya memiliki rahmat yang luas. Sedang Ar Rahim bermakna memiliki rahmat yang disampaikan. Sebagian ulama mengatkan bahwa Ar Rohman mencangkup rahmat yang luas atas seluruh makhluq, adapun Ar Rohim khusus untuk orang orang yang beriman (lihat QS al Ahzab: 43). Faedah dari ayat ini  yaitu penetapan dua nama  yang mulia yaitu arrahman dan Ar Rohim bagi Allah serta menetapkan kandugannya berupa rahman berupa sifat serta perbuatanNya. Rububiyah Allah dibangun rahmat yang luas. Sehingga kita dapatkan dalam hukum-hukumnya berbagai kemudahan yang diberikan pada manusia.

Ayat 4:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ  

“Yang menguasai di Hari Pembalasan”. Lafadz ini adalah sifat dari اللهِ , ada dua cara membacanya yaitu مَلِكِ (dibaca pendek) bermakna raja dan مَالِكِ (dibaca panjang) bermakna pemilik. Kedua maknanya adalah benar. Faedah dari ayat ini yaitu penetapan kerajaan bagi Allah di akhirat. Bukan berarti saat di dunia tidak demikian,kerajaan Allah meliputi dunia dan akhirat. Namun sebagaimana yang kita ketahui di dunia ini sebagian manusia lalai dari mengakui kerajaan-Nya namun tidak demikian di akhirat nanti semua mengakui hanya milikNya kerajaan serta kekuasaan.

Ayat 5:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ 

“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”. Maksudnya kami tidak memohon petolongan untuk melakukan ibadah dan selainya kecuali hanya kepada Allah. Faedah dari ayat ini yaitu mengikhaskan ibadah hanya pada Allah diambil dari lafadz ” إِيَّاكَ نَعْبُدُ”. Disamping itu juga mengikhalskan permohonan pertolongan hanya kepada Allah “وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ”.

Isti’anah (mohon pertolongan) ada dua yaitu tafwidz dan musyarokah. Isti’anah tafwidz ialah bersandar kepada Allah dan berlepas diri dari kemampuan serta kekuatan selainNya. Adapun isti’ana musyarokah maknanya bersama-sama dalam hal yang ingin engkau kerjakan. Untuk jenis yang kedua ini maka tidak maengapa kita minta pertolongan pada selain Allah yang kita lihat mampu melakukannya sebagaimana Firman Allah ..وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى .. “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa..”(Al Maidah 2).

Ayat 6:

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ 

“ Tunjukilah kami jalan yang lurus.” Yang dimaksud shirat adalah jalan. Sedang yang dimaksud hidayah disini adalah irsyad (petunjuk) maupun taufiq. Jadi dengan ucapan ini kita memohon kepada Allah hidayah berupa irsyad dan taufiq yang makannya kita memohon ilmu yang bermanfaat dan amal shalih dengan taufiqNya. Faedah dari ayat ini perlunya berlindung kepada Allah setelah beribadah. Ayat sebelumnya berkaitan tentang ibadah sedang ayat ini memberi tuntunan agar kita memohon hidayahnya agar tetap dijalan yang lurus saat beribadah.

Faedah lainnya yaitu bahwa jalan itu terbagi menjadi dua jalan yang lurus dan bengkok. Hendaknya kita senantiasa hati agar tetap diatas jalan yang lurus dan terhidar dari jalan yang bengkok.

Ayat 7:

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ 

 (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.  (Al  Fatihah 7)

Lafadz ini adalah athof bayan (penjelas)dari ayat sebelumnya yang menjelaskan lebih rinci hakekat dari  jalan yang lurus yang kita minta. Yang dimaksud dengan dengan orang-orang yang diberi nikmat disebutkan oleh Allah dalam firmanNya:

وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقاً 

“Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin , orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. “(QS An Nisa’ 69)

Sedang yang dimaksud “المَغضُوبِ” adalah orang yahudi dan siapa saja yang mengetahui kebenaran namun tidak melaksankan atau bahkan mengingkarinya. Sedang yang dimaksud ” الضَّالِّين” adalah orang nashoro dan siapa saja yang mengerjakan selain kebenaran karena dia tidak mengetahuinya. Dia beramal tanpa ilmu. Adapun seorang muslim adalah orang yang berilmu dan beramal diatas ilmunya. Tidaklah dia beramal kecuali setelah memiliki ilmu atasnya dan tidaklah dia berilmu kecuali ia senantiasa berusaha untuk mengamalkannya.

Diantara faedah ayat ini adalah bahwa manusia menjadi 3 golongan: orang-orang yang diberi nikmat, orang yang dimurkai dan orang yang sesat. Didahulukan golongan yang parah terlebih dahulu yaitu orang yang dimurkai (yahudi)karena mereka yang paling besar penyelisihanya dibanding orang-orang yang sesat. Orang yang menyelisihi dalam keadaan mengetahui lebih sulit untuk bertaubat/menerima kebenaran dibanding orang yang menyelisihi dalam keadaan tidak mengetahui.

FAEDAH

Surat ini singkat tetapi memiliki begitu banyak hal yang tidak terkandung dalam surat yang lainnya. Surat ini mengandung tiga macam tauhid: Tauhid rububiyah, diambil dari firman Allah Rabbul Alamin (ayat ke 2); Tauhid Uluhiyah yaitu mengesakan Allah dalam ibadah (ayat ke 5); dan Tauhid asma wa sifat, yaitu menetapkan nama-nama dan sifat Allah seperti Ar Rahman, Ar Rohim dan lainnya (Lihat tafsir As Sa’di). 

Tahukah kita apa inti dari isi al Qur’an?  Berkata Ibnu Katsir rahimahullah “Berkata sebagian salaf: Surah Al-Fatihah itu adalah inti (rahasia) Al-Qur’an. Dan inti dari surah Al-Fatihah adalah pada ayat “iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin”:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS al Fatihah: 5) (Tafsir Ibn Katsir).

Sukoharjo, 2 Juli 2020

Artikel: hubbulkhoir.com

Materi Tafsir Tahfidz Online Hubbul Khoir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here