Tafsir Surat Al Fiil

0
125

Penulis: Dr Abu Zakariya Sutrisno

MUQADIMAH

Nama surat ini diambil dari kata “Al Fiil” yang ada dalam ayat yang pertama, yang artinya gajah. Surat ini terdiri dari 5 ayat dan termasuk Makkiyah. Kandungan surat ini seputar kisah ashabul fiil (tentara bergajah) dari Yaman pimpinan Abrahah yang berusaha menghancurkan Ka’bah. Allah pun gagalkan makar mereka. Ini sebagai bentuk perlindungan Allah terhadap baitullah.

KISAH ASHABUL FIIL

Kisah ashabul fiil ini adalah kisah yang terkenal, dan ini adala kisah nyata, bukan sekedar dongeng belaka. Peristiwa ini terjadi di tahun Rasulullah dilahirkan yang dikenal dengan ‘amul fiil (Tahun Gajah). Kisah ini disebutkan dalam kitab-kitab sejarah (tarikh) dan juga dalam kitab-kitab tafsir. Ibnu Katsir rahimahullah menyampaikan kisah ini dalam tafsirnya, yang secara ringkas kurang lebih sebagai berikut. Abrahah adalah pemimpin dan panglima perang di Yaman yang berada dibawah kekuasaan raja Najasyi di Habasyah (Etiopia). Untuk menyenangkan hati Raja Najasyi maka Abrahah membuat gereja yang sangat besar dan tinggi di San’a (Yaman) yang disebut dengan Al Qola’is. Mereka ingin memalingkan manusia dari Ka’bah di Mekah. Maka orang Quraisy pun marah dan ada dari mereka yang datang ke San’a kemudian membuang kotoran di gereja itu (dalam satu Riwayat disebutkan membakarnya). Maka Abrahah pun marah dan menyiapkan pasukan untuk menghacurkan Ka’bah. Pasukan yg dipimpin Abrahah berangkat membawa seekor gajah yang besar yang ditemani 8 atau 12 gajah lain. Orang Arab pun tidak bisa memberi perlawanan berarti untuk mencegah pasukan bergajah ini. Ketika mereka sampai di dekat Mekah (di daerah Mughammas) mereka berhenti dan merampas onta-onta penduduk Mekah, termasuk 100 ekor milik Abdul Muthallib (kakek Rasulullah). Abdulmuthalib pun menemui Abrahah dan meminta balik ontanya. Abrahah pun merasa aneh seorang pemimpin dan tokoh Mekah seperti Abdul Muthalib kok malah sekedar memikirkan onta miliknya dan tidak peduli dengan Ka’bah. Maka Abdul Muthalib pun menjawab: Sesungguhnya aku hanyalah pemilik onta, adapun baitullah itu memiliki pemilik (Tuhan) yang akan menjaganya. Abrahah menjawab: Dia tidak akan mampu menghalangiku. Abdul Muthallib menjawab: Itu urusanmu dan Dia. Abdul Muthallib pun Kembali dan meminta orang-orang Quraisy menyingkir ke bukit atau gunung-gunung. Pasukan Abrahah pun bergerak menuju Ka’bah. Namun ternyata gajah mereka tidak mau berjalan menuju Ka’bah. Maka kemudian Allah pun mengutus burung Ababil yang melempari mereka dengan tanah terbakar. Mereka pun binasa.

TERJEMAHAN

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ

Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?

اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?

وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ

dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ

yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ

sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

PENJELASAN AYAT

Terkait basmallah telah berlalu penjelasannya.

Ayat 1-2:
Firman Allah ta’ala: اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ “Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?”, ini adalah dialog dan pertanyaan dari Allah yang mengisyaratkan perintah untuk memperhatikan dan merenungi kisah yang luar biasa ini, yaitu kisah tentara bergajah yang dipimpin Abrahah dari Yaman yang ingin menghacurkan Ka’bah. Kisah ini berisi pelajaran-pelajaran berharga bagi orang yang mau memperhatikan dan merenunginya.
Syaikh Sa’di menjelaskan dalam tafsirnya: “Tidaklah kalian melihat bahwa diantara bentuk kekuasan Allah, keagungan urusan dan rahmat-Nya atas hamba-hambaNya, bukti ketauhidan-Nya dan kebesaran Rasul-Nya adalah apa yang Allah perbuat atas pasukan bergajah yang hendak menghancurkan baitullah yang suci. Mereka menyiapkan perlengkapan untuk menyerang Ka’bah. Mereka membawa gajah-gajah untuk merobohkannya. Mereka membawa pasukan yang tidak bisa ditandingi orang-orang Arab baik dari Habasyah maupun Yaman.”

Ayat 2:
Firman Allah ta’ala: اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ “Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?”, Allah buat gagal total makar mereka. Sekuat apapun mereka, sehebat apapun makar dan persiapan mereka maka sangat mudah bagi Allah untuk membalas makar mereka. Allah hancurkan mereka.

Ayat 3:
Firman Allah ta’ala: وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ “dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,”. Mujahid mengatakan yang dimaksud طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ, adalah burung yang berbondong-bondong saling menyusul satu dengan yang lain. Ikrimah mengatakan: “yaitu burung hijau yang keluar dari laut dan mereka memiliki kepala seperti kepala hewan buas”. Ini bentuk penghinaan atas mereka, Allah hancurkan mereka dengan makhluk-makhluk yang kecil. Mirip dulu Allah hancurkan Namrud binasakan hanya dengan semut dan juga Fir’aun Allah hinakan dengan kutu dan belalang.

Ayat 4-5:
Firman Allah ta’ala: “yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” Ini menunjukkan mereka tidak bisa sedikitpun melawan, tinggal menunggu ajal. Ibarat daun dimakan ulat, tidak bisa melawan sama sekali. Allah menyudahi kejahatan dan makar mereka dengan serangan balik yang menghancurkan diri mereka sendiri.

FAEDAH

Faedah penting dari surat ini adalah jangan sampai kita sombong dengan kekuatan yang kita miliki kemudian sampai berani menantang Allah. Ingin menghancurkan syiar-syiar Allah. Allah maha kuat dan perkasa untuk membalas makar orang-orang yang sombong.

Audio Tafsir Singkat Surat Al Fiil

Pemateri : Ustadz Abu Zakariya Sutrisno


Sukoharjo, 24 Juli 2020
Artikel: hubbulkhoir.com
Materi Tafsir Tahfidz Online Hubbul Khoir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here