Tafsir Surat Al Kautsar

0
157

Penulis: Dr Abu Zakariya Sutrisno

MUQADIMAH

Surat dinamai dengan surat al Kautsar karena disebutkannya kata ini di ayat pertama. Surat terdiri dari 3 ayat dan termasuk Makiyyah. Arti kata al kautsar adalah nikmat yang banyak, dan bisa juga maksudnya adalah nama sebuah sungai di Surga. Surat ini berisi kabar tentang karunia Allah kepada Nabi kita Muhammad dan juga perintah untuk syukur dengan cara melaksanakan ibadah sholat, kurban dan lainnya.

TERJEMAHAN

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ

Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. (1)

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). (2)

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَر

Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah). (3)

PENJELASAN AYAT

Terkait basmallah telah berlalu penjelasannya.
Ayat 1:
Firman Allah ta’ala: اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ “Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak”, ini kabar dari Allah bahwa Allah telah memberi nikmat Nabi Kita Muhammad dengan الْكَوْثَر yaitu nikmat yang banyak. Syaikh Sa’di menjeleskan dalam tafsirnya: “Yakni kebaikan yang banyak dan keutamaan yang melimpah. Diantara keutamaan itu adalah surga di surga yang bernama Al Kautsar dan juga haudh (telaga) yang mana panjangnya sebulan (perjalanan) dan lebarnya juga sebulan (perjalanan) airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, bejananya seperti bintang-bintang di langit baik dari sisi jumlah maupun indahnya. Barangsiapa minum dari situ maka tidak akan haus selamanya. ”
Diriwayatkan dalam Hadits Muslim terkait turunnya surat ini, Rasulullah bertanya kepada para sahabat: “Tahukah kalian apa itu Al Kautsar?” “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”, jawab kami. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ فَيُخْتَلَجُ الْعَبْدُ مِنْهُمْ فَأَقُولُ رَبِّ إِنَّهُ مِنْ أُمَّتِى. فَيَقُولُ مَا تَدْرِى مَا أَحْدَثَتْ بَعْدَكَ

“Al Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla. Sungai tersebut memiliki kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang nanti akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat nanti. Bejana (gelas) di telaga tersebut sejumlah bintang di langit. Namun ada dari sebagian hamba yang tidak bisa minum dari telaga tersebut. Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa mereka telah amalan baru sesudahmu.” (HR. Muslim no. 400).

Ayat 2:
Firman Allah ta’ala, فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ, “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)”, ini menunjukkan perintah untuk bersyukur dengan mendirikan sholat dan juga berkurban. Allah mengkhususukan menyebut dua ibadah ini karena keduanya adalah ibadah yang utama dan taqarrub yang paling agung.
Sholat yang dimaksud disini mencakup yang wajib maupun yang sunnah. Istilah نْحَرْۗ nahr adalah penyebutan untuk menyembelih kurban untuk onta adapun dzabh adalah istilah untuk menyembelih sapi dan kambing. Namun disini disebutkan nahr karena itu yang lebih utama. Ketika haji wada Rasulullah kurban sebanyak 100 ekor unta, 63 ekor beliau sembelih sendiri dan sisanya diwakilkan pada Ali bin Abi Thalib (HR Bukhari 1718 dan Muslim 1317) (Lihat Tafsir Juz Amma Syaikh Utsaimin).

Ayat 3:
FIrman Allah ta’ala اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَر “Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)”, yakni orang yang membenci, mencaci, mencelamu mereka yang terputus dari setiap kebaikan, terputus dari amal, terputus penyebutannya. Sedang Nabi kita Muhammad benar-benar manusia yang sempurna, yang ditinggikan kedudukan dan juga penyebutannya serta memiliki banyak pengikut dan penolong. Ini berbeda jauh dengan orang yang membenci beliau (Lihat Tafsir As Sa’di).

FAEDAH

Meskipun singkat surat al Kautsar ini berisi faedah yang begitu besar yaitu hendaknya kita mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Meskipun khitob surat ini kepada Nabi kita Muhammad, tetapi ini juga mengandung isyarat dan perintah kepada umatnya. Kita juga diperintahkan mensyukuri nikmat-nikmat Allah atas kita. Dan diatara bentuk syukur yang paling utama adalah dengan menjalankan ibadah baik dengan sholat, zakat, kurban dan ibadah yang lainnya. Jadi syukur tidak sekedar di lisan saja.

Audio Tafsir Singkat Al Kautsar

Pemateri : Ustadz Dr. Abu Zakariya Sutrisno


Sukoharjo, 17 Juli 2020
Artikel: hubbulkhoir.com
Materi Tafsir Tahfidz Online Hubbul Khoir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here