Tafsir Surat Al Lahab

0
233

Penulis: Dr Abu Zakariya Sutrisno

MUQADIMAH

Surat ini sebut surat al Lahab sebagaimana kata “Al Lahab” dalam ayat pertama yang artinya “gejolak api” atau “api yang menyala-nyala”. Surat ini juga disebut dengan surat “Masad”. Surat ini terdiri dari 5 ayat dan termasuk Makiyyah. Isi surat ini berkaitan dengan ancaman kepada Abu Lahab dan juga istrinya, Ummu Jamil. Abu Lahab adalah paman Rasulullah tetapi tenyata malah menolak dakwah bahkan menentang dakwah beliau.
Diriwayatkan terkait asbabun nuzulnya surat ini bahwa suatu ketika Rasulullah mengumpulkan kabilah-kabilah Quraisy di sekitar bukit Shafa kemudian memberi peringatan kepada mereka tentang adzab Neraka. Abu Lahab pun marah dan mencela Rasulullah dengan berkata, “Celaka kamu (Tabban Laka..) wahai Muhammad, hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami?”. Maka Allahu pun balas Abu Lahab dengan menurunkan surat Al Lahab ini. (HR Bukhari 4770dan Muslim 208).

TERJEMAHAN

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! (1)

مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ

Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. (2)

سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ

Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). (3)

وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ

Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). (4)

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ

Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. (5)

PENJELASAN AYAT

Terkait basmallah telah berlalu penjelasannya.

Ayat 1:
Firman Allah تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!”, ini berisi ancaman untuk Abu Lahab dan juga orang-orang semisal Abu Lahab. Abu Lahab adalah paman Rasulullah tetapi tenyata malah menolak dakwah bahkan menentang dakwah beliau. Nama asli Abu Lahab adalah Abdul Uzza “Hambanya Uzza”, tetapi Allah tidak menyebutkan namanya dalam ayat ini karena ada unsur kesyirikan dalam namanya (Lihat Tafsir Sam’aani 6/298). Secara singkat paman-paman Rasulullah bisa digolongkan menjadi tiga: ada yang menentang dakwah beliau seperti Abu Lahab ini. Ada juga yang beriman dan membela dakwah beliau seperti Hamzah dan juga Abbas. Adapula yang membela tetapi belum beriman sampai akhir hayatnya yaitu Abu Thalib.
Kemanapun Rasulullah berdakwah si Abu Lahab ini terus mengikuti untuk mencela dan memprovokasi agar masyarakat tidak mengikuti beliau. Yang dimaksud “kedua tangan Abu Lahab” ialah Abu Lahab sendiri. Tangan sering dipakai untuk isyarat menyebutkan seseorang karena tanganlah yang sering dipakai untuk melakukan berbagai macam amalan dan perbuatan. Dalam ayat ini Allah mengulang kata tabbat “celaka” sebanyak dua kali, ini sebagai bentuk penguatan bahwa Abu Lahab benar-benar akan celaka dunia maupun akhirat.

Ayat 2:
Firman ta’ala مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ “Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan”, ini menjelaskan bahwa harta dan semua yang dimiliki Abu Lahab tidak sedikitpun berguna untuk melawan adzab Allah. Sebagian ahli tafsir, diantaranya Ibnu Abbas menafsirkan makna “apa yang dia usahakan” adalah anak keturunannya (Lihat Tafsir Ibn Katsir). Ini pelajaran penting bagi orang yang menentang Allah dan menentang dakwah karena merasa sombong dengan apa yang ia miliki baik berupa harta, jabatan, anak dan yang lainnya. Semua apa yang dimiliki tidak sedikit pun berguna melawan adzab Allah.

Ayat 3:
Firman Allah سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ “Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka)”, ini adalah kabar sekaligus vonis dari Allah bahwa Abu Lahab pasti akan masuk neraka. Ini termasuk mukjizat Nabi, saat itu Abu Lahab belum mati tetapi Allah telah kabarkan bahwa dia akan masuk neraka karena kekafirannya dan perbuatan buruknya menentang dakwah. Dan bentul, Abu Lahab sampai akhir hayatnya tidak beriman.

Ayat 4-5:
Firman Allah ta’ala, وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ “Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah)”, ini mnjelaskan kondisi Istri Abu Lahab yaitu Ummu Jamil. Kelakukan istrinya tidak jauh beda dari suamminya. Yang dimaksud “pembawa kayu bakar” adalah istilah untuk penebar fitnah. Ummu Jamil selalu menyebarkan fitnah untuk menjelek-jelekan Rasulullah dan kaum muslimin.
Firman Allah ta’ala فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ ࣖ “Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.” Ini bisa bermakna bahwa Ummu Jamil ketika membawa kayu bakar dengan diikat dengan tali dari sabut dan kemudian dikalungkan ke leher. Ada juga yang menafsikan bahwa nanti diakhirat dia akan diadzab dengan ikat lehernya dengan tali dari sabut. Kedua tafsiran ini tidak bertentangan. Bisa jadi keduanya benar. Bahwa itu adalah kondisi dia di dunia dan juga sebagai balasan nanti diakhirat, al jaza’u min jinsil amal (balasan itu sesuai amal perbuatannya).

FAEDAH

Dakwah itu tidak selamanya mudah, seringkali banyak hambatan dan ada saja orang-orang yang menentang. Bahkan kadangkala yang menentang itu adalah kerabat sendiri seperti dakwahnya Rasulullah ditentang pamannya sendiri, Abu Lahab. Rasulullah terus dakwah dan tidak membalas apa yang dilakukan Abu Lahab. Namun, Allah sendirilah yang memberi pembalasan setimpal bagi Abu Lahab. Surat ini berisi pelajaran penting bagi seorang da’I dalam berdakwah dan juga sekaligus berisi ancaman untuk orang-orang yang menentang dakwah.

Audio Tafsir Singkat Surat Al Lahab

Pemateri : Ustadz Dr Abu Zakariya Sutrisno

–belum tersedia–


Sukoharjo, 10 Juli 2020
Artikel: hubbulkhoir.com
Materi Tafsir Tahfidz Online Hubbul Khoir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here