Tafsir Surat An Nas

0
127

Penulis: Dr Abu Zakariya Sutrisno

MUQADIMAH

Dinamakan surat “An Nas” karena kata ini diulang beberapa kali dalam surat ini. “An Nas” artinya adalah “manusia”. Surat ini terdiri 6 ayat, termasuk surat Makiyyah. Sebagian ulama mengatakan ini surat Madaniyah. Kandungan utama surat ini adalah perintah untuk berlindung kepada Tuhannya manusia yaitu Allah dari kejahatan setan baik dari golongan jin maupun manusia.

Surat An Nas dan surat Al Falaq sering disebut juga Al Muawwidzataini, yang artinya dua surat perlindungan. Dua surat ini adalah surat yg sangat agung. Dari Uqbah bin Amir, Rosulullah bersabda:

ألم تر آيات أنزلت هذه الليلة لم ير مثلهن قط : ” قل أعوذ برب الفلق ” و ” قل أعوذ برب الناس

Tidakkah kamu melihat ayat-ayat yang diturunkan pada malam ini? Tidak ada yang semisal dengannya sama sekali. Ayat-ayat tersebut adalah Qul A’udzu Birabbil Falaq dan Qul A’udzu Birobbin Nas (HR. Musllim)

Dua surat ini dan surat al Ikhlash disunahkan dibaca pada beberapa keadaan diantaranya: setelah sholat, pada pagi dan petang dan menjelang tidur. Khusus ketikan menjelang tidur dibaca sambil kemudian ditiupkan ke badan (HR. Bukhari dan Muslim).

TERJEMAHAN

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, (1)

مَلِكِ النَّاسِۙ

Raja manusia, (2)

اِلٰهِ النَّاسِۙ

Sembahan manusia, (3)

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ

dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, (4)

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (5)

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

dari (golongan) jin dan manusia.” (6)

PENJELASAN AYAT

Terkait basmallah telah berlalu penjelasannya.

Ayat 1-3:

قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ اِلٰهِ النَّاسِۙ

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (Rob/yang memelihara) manusia, Raja manusia, Sembahan (Ilaah) manusia.”

Ayat ini berisi perintah untuk berlindung kepada Allah, yaitu tuhan, raja dan sekaligus sesembahannya manusia (Ar-Rabb, Al-Malik dan Al-Ilaah). Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan: “Ini adalah tiga sifat diantara sifat-sifat Rabb azza wajalla: rububiyah, al mulk dan ilahiyah. Dia (Allah) adalah Tuhan segala sesuatu, pemiliknya dan sekaligus sesembahannya. Segala sesuatu adalah makhluqNya, milikNya dan hambaNya. Manusia diperintahkan untuk berlindung kepada Dzat yang memiliki sifat-sifat ini dari kejahatan syaitan yang suka bersembunyi…” (Tafsir Ibn Katsir).  Segala sesuatu adalah makhluqnya Allah dan dibawah kekuasaanNya, termasuk juga syaitan. Kalau kita berlindung kepada Allah Dzat yang maha kuasa maka cukup.

Allah adalah tuhan segala sesuatu, tuhannya manusia, tuhannya jin, tuhannya jin dan yang lainnya. Tapi dalam ayat ini Allah sebutkan sebagai رَبِّ النَّاسِ (tuhannya manusia) untuk keserasian isi dari surat ini (Tafsir Juz Amma Syaikh Utsaimin).   

Ayat  4-5:

Firman Allah ta’ala:

مِنْ شَرِّ الوَسْوَاسِ الخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ

“Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam manusia.”

Manusia diperintahkan berlindung dari godaan syaithan. Syaithan disini disifati dengan dua sifat: al waswas dan al khannas (الوَسْوَاسِ الخَنَّاسِ). Syaikh Utsaimin rahimahullah mengatakan: “al-waswas” (bisikan) ialah masdar (kata dasar) yang sebenarnya yang dimaksudkan adalah isim fa’ilnya yaitu, “muwaswis” (pembisik). Al-waswasah maksudnya adalah  apa yang terlintas dalam hati berupa fikiran, sangkaan, khayalan, yang tidak ada kebenarannya. “al Khannas” artinya “yang biasa bersembunyi”, yang lari ke belakang dan pergi ketika seseorang berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, dia adalah syetan(Tafsir Juz Amma Syaikh Utsaimin).

Disebutkan dalam sebuah hadits: Jika adzan berkumandang syetan akan lari terkentut-kentut sehngga tidak lagi terdengar adzan tersebut. Ia akan kembali jika adzan selesai. Dan akan kembali lari jika mendengar iqamah. Jika iqamah selesai, ia akan kembali untuk mengganggu orang yang sedang shalat. Ia akan katakan : ingatlah ini, ingatlah ini. Orang itu terus diganggu sehingga ia tidak mengetahui berapa rakaat yang telah ia kerjakan.

Syaithan berusaha menggoda manusia dengan membisikan kedalam dada manusia berbagai macam bisikan. Dibisikan kemaksiatan dan syahwat. Yang baik diperlihatkan sebagai sesuatu yang buruk dan yang buruk diperlihatkan sebagai sesuatu yang baik.

Ayat 6:

مِنَ الجِنَّةِ وَالنَّاسِ

“dari golongan jin dan manusia.”

Ayat ini menjelaskan bahwa wawas atau bisikan itu bisa berasal dari jin dan juga bisa berasal dari manusia. Syaitan baik dari golongan jin maupun manusia selalu berusaha mengajak kepada jalan kejelekan. Mereka mengajak untuk mengikuti jalan keburukan mereka dan akhirnya nanti bersama-sama menjadi penghuni neraka. Naudzubillah min syarrihim (kita berlindung kepada Allah dari kejelekan mereka).

FAEDAH

Ada sebagian orang yang menganggap bahwa syaitan, jin dan iblis adalah jenis makhluk tersendiri. Anggapan ini tidak tepat. Surat ini dengan jelas menyatakan bahwa syaitan itu dari golongan jin maupun manusia. Syaithan bukan jenis makhluk tersendiri. Adapun jin itu seperti manusia, ada yang baik dan ada yang buruk. Jin yang buruk ya syaithan itu tadi, yang suka mengajak kepada kejelekan. Diantara syaithan dari dari golongan jin adalah Iblis. Iblis juga merupakan bangsa jin berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang maknanya:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوْا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيْسَ كَانَ مِنَ الجِنِّ

“Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…” (QS. Al-Kahfi: 50)

Iblis memiliki kekhususan dari syaithan-syaithan dari golongan jin lainnya. Iblis memiliki umur panjang dan ditangguhkan sampai hari kiamat nanti. Allahu A’lam.

Audio Tafsir Singkat Surat An Nas

Pemateri : Ustadz Dr Abu Zakariya Sutrisno

–belum tersedia–


Sukoharjo, 3 Juli 2020

Artikel: hubbulkhoir.com

Materi Tafsir Tahfidz Online Hubbul Khoir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here