Teks Khutbah + Tatacara Sholat Iedul Fithri 1441H

0
149

“JANGAN KOTORI LAGI JIWAMU..”
KHUTBAH PERTAMA:
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا اللَّهَ مُخْلِصِينَ له الدَّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اﷲ حَقَّ تُقَاتِه وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ( ال عمران : ١۰٢)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُواﷲَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اﷲَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء : ١)
أَمَّا بَعْدُ :
Jama’ah Sholat Ied rahimani warahikumullah,
[Jika sholat dengan keluarga dirumah diganti: “Keluargaku yang dirahmati oleh Allah”]
Pertama-tama marilah kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmatNya. Kita bersyukur meskipun di tengah wabah Corona seperti sekarang ini kita dapat melaksanakan ibadah sebulan penuh di bulan yang mulia, yaitu bulan Ramadhan. Semoga Allah menerima segala amal kebaikan kita di dalamnya, baik berupa puasa, qiyamul lail, qiraatil qur’an, shadaqah dan amalan yang lainnya. Tak lupa, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada panutan kita, Nabi Muhammad, shalallahu ‘alaihi wassallam, kepada keluarga, para sahabat, serta pengikutnya sampai hari kiamat kelak.

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar walillahilhamd
Jama’ah Sholat Ied yang semoga dirahmati oleh Allah,
Di hari Raya yang mulia ini mungkin banyak dari kita yang memakai pakaian atau baju baru, bersih dan juga bagus. Jika kena kotoran sedikit saja langsung buru-buru dibersihkan. Namun, sadarkan kita bahwa ada hal yang lebih penting kita jaga kebersihan dan kesuciannya? Tidak lain yaitu hati dan jiwa kita. Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugi orang-orang yang mengotorinya. Coba kita simak dalam surat Asy Syam, Allah bersumpah berkali-kali dari ayat 1 sampai 8 kemudian berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاها . وَقَدْ خابَ مَنْ دَسَّاها
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9-10)
Di bulan Ramadhan ini, selama sebula penuh kita telah “digembleng” oleh Allah dengan berbagai amalan untuk mensucikan jiwa kita. Puasa, qiyamul lail, tilawah al Qur’an, sedekah dan amalan yang lainnya tidak lain adalah untuk membersihkan jiwa kita. Agar kita menjadi orang yang memiliki hati yang bertaqwa, hati yang bersih. Maka jangan sampai kita kotori lagi setelah Ramadhan berlalu. Diantara kotoran-kotoran yang dapat mengotori jiwa kita yaitu:
[Pertama: kufur dan kesyirikan]
Kotoran jiwa yang pertama dan yang paling besar adalah kekufuruan dan kesyirikan. Kufur dan syirik tidak sekedar mengotori jiwa tetapi bahkan membuatnya mati, tidak bisa lagi membedakan kebaikan dan keburukan, tidak bisa membedakan kebenaran dan kesalahan. Syirik adalah sebesar-besar dosa yang mana tidak akan diampuni dan memyebabkan kekal di neraka kalau tidak bertaubat.
إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS Al Maidah: 72)
[Kedua: kesombongan]
Jama’ah rahimakumullah, kotoran yang kedua yang kita harus waspadai mengotori jiwa kita adalah kesombongan. Sombong adalah pangkal keburukan. Jangan sampai kita kotori hati kita dengan kesombongan. Allah berfirman,
وَلاَ تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحاً إ
“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong.” (QS Isra’: 37)
Kalau dalam peribahasa Jawa ada istilah “Ojo Adigang, adigung, adiguna” yang artinya kurang lebih “jangan sombong mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepandaian yang dimiliki”. Sehebat apapun manusia, dia pasti punya kelemahan-kelemahan. Jangan sampai kita sombong dan apalagi malah berani menentang Allah!! Allah Maha Mampu menhinakan orang-orang yang sombong dengan “hal-hal yang kecil”. Seperti sekarang ini wabah virus corona (COVID-19) terus menyebar, manusia dari seluruh penduduk dunia pun kewalahan menghadapinya. Jutaan ribu telah terinfeksi dan ratusan ribu yang telah meninggal dunia. Virus adalah makhluq Allah yang “super kecil”, lebih kecil dari bakteri. Tetapi ternyata bisa menimbulkan dampak yang begitu luar biasa. Manusia dengan segala kemajuan teknologi dan kecerdasannya ternyata tidak banyak yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Pelajaran penting disini adalah jangan sampai kita sombong. Dulu, Abrahah yang sombong dengan tentara bergajahnya untuk menghancurkan Ka’bah dimusnahkan Allah dengan mengutus “burung mungil”, burung Ababil (QS Al Fiil: 3). Fir’aun yang sombong dengan kekuasaan dan tentaranya teryata tidak berdaya juga Ketika Allah turunkan adzab berupa kutu, belalang dan “hewan kecil” lainnya (QS Al A’raf: 133). Ini sebagai bentuk penghinaan atas kesombongan mereka.
Tidak pantas kita sombong! Begitu banyak kekurangan, kesalahan dan keburukan yang kita miliki. Kita masih dihormati di dunia ini tidak lain karena Allah menutupi keburukan dan aib kita. Kalaulah Allah tidak menutupi aib dan dosa kita pasti kita sangat terhina di dunia ini.
[Ketiga: maksiat dan dosa]
Jamaa’ah rahimakumullah, kotoran hati yang ketiga adalah maksiat dan dosa. Jangan kotori jiwa kita dengan kemasiatan dan dosa apapun itu bentuknya, baik yang besar atau yang kecil. Jauhi zina, judi, sihir, minum khamr, dusta dan dosa-dosa yang lainnya. Di bulan Ramadhan ini kita telah dibiasakan oleh Allah menjauhi kemaksiatan maka mari kita jaga, jangan sampai terjerumus setelah Ramadhan berlalu. Jangan sekali-kali kita meremehkan dosa dan maksiat. Maksiat dan dosa adalah sumber kesengsaran dunia dan akhirat. Dia juga yang menyebabkan musibah menimpa kita.
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS Syura: 30)
[Keempat: hasad]
Kotoran jiwa yang berikutnya adalah hasad. Masing-masing telah Allah tetapkan taqdirnya, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Allah ta’ala berfirman,
وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. an Nisa’: 32)
Di hari raya ini mari kita jaga hati kita, jaga pandangan kita, jaga pendengaran kita dan jaga lisan kita. Mungkin kita melihat beberapa saudara kita yang Allah lebihkan dalam harta atau yang lainnya. Hendaknya kita turut bahagia, jangan malah hasad dan iri hati. Kita berdoa kepada Allah semoga kita juga diberi karuniaNya, tidak perlu kita iri pada orang lain.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah Kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar
[Kelima: permusuhan]
Hal kelima yang dapat mengotori hati kita adalah permusuhan. Setiap muslim adalah bersaudara, siapapun dia. Allah berfirman,
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS Al Hujurat: 10)
Jangan sampai kita bermusuhan hanya karena masalah politik, perbedaan ormas, perbedaan karakter atau bahkan hanya gara-gara perbedaan pendapat. Hendaknya kita lapang dada dalam masalah-masalah khilafiyah. Apalagi khilafiyah tersebut hanya dalam hal furu’iyah, bukan hal yang prinsip dalam masalah ibadah. Misal dalam sholat iedul berapa jumlah takbir tambahan yang disunnahkan? Apakah 7 takbir termasuk takbiratul ihram atau tidak. Misal juga seperti jumlah khutbah Ied apakah sekali atau dua kali (diselingi duduk seperti khutbah Jum’at). Ini semua hanya masalah afdholiyah (keutamaan) saja.
[Keenam: pemikiran menyimpang (syubhat)]
Diantara hal yang dapat mengotori jiwa adalah pemikiran-pemikiran yang menyimpang atau syubhat. Orang yang hati dan pikirannya telah terkotori dengan hal-hal yang menyimpang maka susah membedakan kebenaran dan kesalahan. Ikuti yang jelas-jelas dari Allah dan RasulNya. Jangan mengikuti aliran yang menyimpang, baik ekstrim kanan (yang berlebihan dalam agama) seperti orang-orang khawarij atau ekstrim kiri (yang menyepelekan agama) seperti orang liberal. Mari beragama secara pertengahan (wasath). Allah berfirman,
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia. “ (QS. Al Baqarah: 143)
Pertengahan berarti tidak berlebihan tetapi juga tidak bermudah-mudahan dalam beragama.
Demikian beberapa hal yang dapat mengotori jiwa, jangan sampai kita kotori jiwa kembali dengannya setelah kita bersihkan di bulan Ramadhan yang baru saja kita selesai darinya. Masih banyak kotoran-kotaran jiwa yang lainnya semoga kita bisa meninggalkannya semuanya. Kiranya cukup sekian yang dapat kami sampaikan dalam kesempatan berbahagia ini. Semoga kita senantiasa termasuk orang-orang yang memiliki jiwa yang bersih. Jiwa yang bersih adalah harta paling berharga nanti untuk berjumpa dengan sang Khaliq. Allah berfirman,
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ. إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS Asy Syu’ara’: 88-89)
Mari kita tutup khutbah ini dengan doa dan sholawat…

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ

RINGKASAN TATA CARA SHOLAT IEDUL FITHRI 1441 H:

1. Sebagaimana Fatwa MUI No 28/2020 terkait penyelenggaraan sholat Ied di tengah wabah corona maka ada dua kemungkinan: sholat di rumah maupun sholat di lapangan/masjid.
(1) Jika di daerah yg wabah covid terkendali atau daerah yg aman (misal pedesaan) maka sholat ied bisa jamaah di tanah lapang atau di masjid.
(2) Kalau di daerah yg wabah covid belum dapat dikendalikan maka sholat di rumah.
(Selengkapnya bisa dibaca di: https://mui.or.id/produk/fatwa/28023/fatwa-mui-no-28-tahun-2020-tentang-panduan-kaifiat-takbir-dan-shalat-idul-fitri-saat-covid-19/)
2. Sholat Ied dilakukan 2 rekaat seperti sholat Jum’at. Tatacara sholat Ied di rumah atau di masjid/lapangan sama saja.
3. Pada rekaat pertama setelah takbiratul ihram disunnahkan takbir zawaid (tambahan) yaitu sebanyak 7x. Adapun pada rekaat kedua ditambah 5x takbir setelah takbir bangkit dari sujud.
4. Sholat Idul Fithri dikeraskan bacaannya (jahr) misal ketika baca al Fatihah dan surat setelahnya, begitu pula dengan bacaan takbir juga dikeraskan.
5. Jika sholat di rumah berjamaah maka disunnahkan tetap ada khutbah. Jika sendirian maka tidak ada khutbah. Sholat ied sah meskipun tanpa khutbah.
6. Khutbah Ied dilaksanakan setelah sholat. Khutbah boleh sekali atau dua kali khutbah (diselingi duduk). Pada khutbah pertama diawali 9x takbir dan pada khutbah kedua diawali 7x takbir.

Semoga bermanfaat. Silahkan dishare!

Sumber: https://hubbulkhoir.com/khutbah-iedul-fithri-1441-h/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here